Saturday, April 25, 2015

Bakteri pada Ketiak  

          Tidak dapat dipungkiri bahwa di sekitar kita bahkan di tubuh kita hidup bermacam-macam bakteri, tak terkecuali pada ketiak. Ketiak atau dalam bahasa Latin disebut axilla adalah daerah lipatan tubuh manusia yang menghubungkan lengan atas dengan bahu. Ketiak dikenal sebagai salah satu bagian tubuh yang sensitif saat digelitik dan sebagai salah satu bagian tubuh yang agak tersembunyi. 
          Secara anatomis, ketiak diikat pada bagian anterior oleh otot pectoralis major dan otot pectoralis minor, dan bagian posterior oleh otot subscapularis dan tulang belikat. Kemudian di bagian medialnya oleh otot serratus anterior serta bagian lateral oleh otot coracobrachialis dan bagian caput brevis dari otot biceps brachii. 
          Rambut ketiak selalu tumbuh di ketiak, baik pada pria maupun wanita. Pertumbuhan rambut ini dimulai pada saat masa pubertas. Biasanya pada wanita, rambut tersebut dicukur dengan alasan estetika. Pria biasanya tetap membiarkan rambut tersebut tumbuh dan hanya dicukur bila sudah cukup lebat. Akan tetapi, kini banyak pria yang juga mencukur rambut ketiaknya untuk menjaga popularitasnya sebagai seorang model atau seorang atlet, dan lain sebagainya. 
 
Penyebab Bau Ketiak Berlebihan: 
• Stres. Jenis keringat yang paling bau adalah keringat ketika sedang stres. Hal ini karena ketika stres, Keringat yang dihasilkan berbeda dengan keringat yang dihasilkan ketika berolahraga. Keringat saat stres lebih banyak mengandung air dan elektrolit. 
• Keturunan. Sekitar sepuluh hingga lima persen orang memiliki gen khusus yang membuat keringat mereka lebih mudah bau dibandingkan orang lain. Gen tersebut membuat badan menjadi lebih mudah berkeringat dibandingkan dengan orang biasa. Hal inilah yang kemudian memicu bau pada ketiak. Ketiak yang sering berada dalam keadaan lembab dan hangat menjadi tempat favorit bagi bakteri Micrococcus sedentarius yang memproduksi bau keringat yang menyengat. 
• Jarang berganti pakaian. Kadang kita memiliki pakaian favorit yang sering digunakan atau malas mencuci pakaian. Hal ini tak hanya menyebabkan pakaian bau tetapi juga menyebabkan bau ketiak tetap berada dalam pakaian yang sering digunakan tersebut. Jika Anda jarang berganti pakaian, segera hilangkan kebiasaan buruk tersebut. 
• Makanan. Makanan yang mengandung bawang putih atau bawang merah bisa menyebabkan bau mulut. Zat yang terkandung didalam bawang juga akan mengalir dalam darah kemudian dikeluarkan lagi dalam bentuk keringat dan air kencing. Makanan lain yang juga dapat menyebabkan bau yaitu brokoli dan kubis brussels. Banyak orang juga mengaku mengalami bau ketiak ketika makan banyak daging. 
• Kelainan genetik. Mutasi jenis gen tertentu bisa menyebabkan kelainan genetik trimethylaminuria. Kelainan genetik ini menyebabkan tubuh sukar memecah zat trymethylamine. Hal ini dapat menyebabkan seseorang berbau seperti ikan yang dapat membuat seseorang minder karena selalu dijauhi. 
• Minuman beralkohol. Alkohol dapat membuat keringat berbau tak sedap. Ketika mabuk, alkohol akan mengalir ke seluruh tubuh melewati aliran darah dan keluar lewat pori-pori kulit dalam bentuk keringat.
 • Penyakit Kencing Manis. Diabetes tertentu yang disebut diabetic ketoacidosis akan menyebabkan tubuh mulai membakar lemak untuk memproduksi energi saat kekurangan insulin. Hal ini menyebabkan berkumpulnya ketone pada tubuh yang menyebabkan bau ketiak. 
          Bakteri juga merupakan sumber bau ketiak. Para ilmuwan menemukan bahwa kulit di bagian ketiak manusia merupakan tempat terfavorit bagi bakteri. Dalam penampang kulit seluas satu inci persegi, di ketiak bisa terdapat 516.000 bakteri. 
          Biasanya kita menyalahkan keringat sebagai penyebab bau badan. Bau ketiak memang dapat menjadi masalah psikologis bagi banyak orang. Penderitanya menjadi minder dan malu bersosialisasi, juga menjadi malas dan enggan untuk beraktivitas yang dapat menghasilkan keringat seperti berolahraga. Banyak yang beranggapan bahwa penyebabnya adalah malas mandi atau kurang menjaga kebersihan. Namun setelah mencoba mandi secara teratur dan menjaga kebersihan badan ternyata ketiaknya tetap saja bau. 
          Tubuh kita memproduksi keringat dari dua jenis kelenjar, yaitu ekrin dan apokrin. Kita memiliki sekitar 3 juta kelenjar ekrin yang ditemukan di kulit kita. Kelenjar ekrin akan mengeluarkan keringat untuk mendinginkan tubuh kita. Keringat ini sebagian besar terdiri dari air dan garam. 
         Kelenjar apokrin bekerja dengan sedikit berbeda. Ada sekitar 2.000 kelenjar apokrin ini yang biasanya ditemukan dalam folikel rambut kita. Ketika kita sedang stres baik fisik ataupun emosional mereka menghasilkan keringat yang kaya dengan protein dan asam lemak termasuk karbohidrat yang disebut sialomucin. Sialomucin adalah glikoprotein, suatu protein yang memiliki lapisan gula. 
          Banyak bakteri menyukai gula (monosakarida) seperti glukosa sebagai sumber makanannya. Melalui proses yang disebut respirasi sel, bakteri pada kulit memecah sialomucin untuk digunakan sebagai sumber energi. Tergantung pada jenis bakterinya, energi ini dapat diperoleh dengan fermentasi, respirasi aerobik atau respirasi anaerobik. Produk sampingan dari bakteri yang melakukan metabolisme keringat adalah bau badan. 
         Beberapa bakteri yang diduga menjadi penyebab bau badan tersebut diantaranya ialah Staphylococcus epidermidis, Corynebacterium acne, Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus pyogenes (Endarti et al., 2002). Penggunaan antibiotik yang tidak benar biasanya akan membuat bakteri menjadi bersifat resisten dan tetap memperbanyak diri dalam inangnya. Menurut Bartlett (2007) bakteri S. epidermidis umumnya telah resisten terhadap antibiotik penisilin dan metisilin, sehingga perlu diketahui bahan alternatif yang dapat membasmi atau menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri dari ekstrak daun patikan kebo (Euphorbia hirta) dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. epidermidis yang dilakukan secara in vitro dengan menggunakan metode difusi agar.


Staphylococcus epidermidis 
Klasifikasi 
Kingdom : Bacteria 
Phylum : Firmicutes 
Class : Bacilli 
Order : Bacillales 
Family : Staphylococcaceae 
Genus : Staphylococcus 
Species : Staphylococcus epidermidis 
         Kurva tumbuh bakteri S. epidermidis dibuat untuk mengetahui waktu dimana bakteri tersebut mengalami pertumbuhan dengan cepat, yaitu pada fase logaritmik. Pada fase logaritmik tersebut, kebutuhan nutrisi bakteri terpenuhi secara optimal sehingga bakteri dapat melakukan pertumbuhan dengan cepat dan dapat merespons dengan baik berbagai pengaruh faktor luar yang mengenainya.

           Pada Gambar 2 diketahui bahwa fase logaritmik pertumbuhan bakteri uji berada pada usia jam ke-2 hingga jam ke-14. Berdasarkan data tersebut, maka dilakukan pembuatan kurva baku yang menunjukkan hubungan antara nilai absorbansi suspensi bakteri yang berusia jam ke-4, 6, dan 8 dengan jumlah sel bakteri yang terhitung pada usia tersebut.

          Pada Gambar 3 diperoleh persamaan garis lurus (y= 0,7507x + 7,4793) yang digunakan untuk menentukan banyaknya jumlah sel bakteri pada setiap usia pertumbuhannya. Bakteri yang digunakan dalam pengujian ialah yang memiliki kecepatan pertumbuhan tertinggi. 
          Sejumlah cara dapat digunakan untuk mengatasi bau badan. Anda terlebih dahulu mencoba beberapa cara menghilangkan bau ketiak secara alami sebelum melakukan pengobatan medis. Bila cara tradisional tidak berhasil, anda dapat mengunjungi dokter yang mungkin akan memberikan beberapa pilihan sesuai kondisi yang anda miliki. Cara menghilangkan bau ketiak minimal invasif mencakup perawatan intensif lokal dengan krim antibakteri, antibiotik topikal, antiperspirant yang mengandung aluminium klorida; elektrolisis untuk menghilangkan rambut dan membatasi pertumbuhan bakteri, dan mengobati kondisi kulit bagian ketiak. 
         Pola makan juga memainkan peran penting. Anda dapat mencoba menghindari konsumsi alkohol, bawang putih, dan bawang untuk melihat apakah kondisi bau berkurang. Cara lain adalah dengan menggunakan 20% aluminium klorida yang tersedia di apotik (Drichlor, Anhydrol Forte, atau Perspirex). Dosis ini cukup kuat, jadi pastikan untuk menggunakannya dengan sangat hati-hati sesuai petunjuk karena ia bahkan bisa merusak pakaian Anda. Juga perlu diingat bahwa sering mengganti pakaian Anda dapat membantu mengurangi bau, karena bau keringat dapat menyatu kedalam bahan pakaian. 
          Pendekatan yang lebih invasif saat ini seperti penggunaan laser pada ketiak untuk menghancurkan kelenjar apokrin, serta penggunaan toksin botulinum A (Botox) yang bekerja dengan menonaktifkan saraf-saraf yang memicu aktivitas kelenjar keringat. Beberapa pasien bahkan menggunakan metode sedot lemak, untuk menghilangkan kelenjar keringat dari lapisan dalam kulit. 
          Deodoran dan antiperspiran adalah cara menghilangkan bau ketiak yang paling populer di masyarakat, tapi produk yang mana yang harus Anda gunakan ? Deodorant dan antiperspiran sangat laku karena ia dapat dengan mudah digunakan oleh semua orang. Dengan hanya memutar lalu mengoleskan atau menyemprot setelah Anda mandi, maka Anda percaya tidak akan ada bau ketiak, setidaknya untuk beberapa jam. 
         Produk deodoran dan antiperspiran tidak bekerja dengan cara yang sama. Deodoran melawan bakteri yang memakan zat dalam keringat Anda. Sebagian besar deodoran menambah aroma untuk membuat Anda berbau segar atau jantan. Tapi tugas utama mereka adalah untuk membuat kulit di ketiak Anda tidak ramah terhadap bakteri. 
         Antiperspiran bertugas menghentikan produksi keringat. Mereka memiliki bahan-bahan seperti garam aluminium yang menutup kelenjar keringat. Banyak antiperspiran juga mengandung beberapa bahan anti bakteri dan juga zat yang menimbulkan aroma tertentu, tetapi tujuan utama mereka adalah untuk menjaga ketiak tetap kering. 
        Petunjuk pada beberapa produk antiperspiran dosis kuat merekomendasikan bahwa sebaiknya mereka digunakan pada waktu tidur. Selama tidur, kulit seseorang lebih mudah menerima bahan-bahan pelindung. Karena zat-zat diserap oleh tubuh, efek antipespiran bisa berlangsung sepanjang hari, bahkan setelah mandi di pagi hari. 
     Beberapa cara diatas memiliki efek samping yang mungkin berbahaya. cara terakhir untuk menghilangkan bau ketiak adalah operasi pengangkatan kelenjar yang langka di lakukan di negara barat tetapi umum di gunakan di negara-negara asia maju. operasi pengangkatan kelenjar dengan operasi tradisional memiliki beberapa kelemahan. pertama-tama, tingkat keberhasilan hanya sekitar 30 – 40 persen. akibat lain yaitu tubuh dapat mengkompensasi hilangnya kelenjar keringat pada bagian ketiak dengan meningkatkan produksi keringat di bagian tubuh lain. 
        Cara pengangkatan kelenjar keringat terbaik saat ini adalah dengan bedah teknik minimal invasif. Cara menghilangkan bau ketiak ini dilakukan hanya dengan membuat sayatan kecil yang nyaris tidak terlihat. Tindakan ini hanya membutuhkan waktu singkat namun hasilnya permane. Saya berharap sedikit penjelasan di atas dapat memberikan gambaran beberapa pilihan penghilang bau ketiak. Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter kulit yang akan membantu mengidentifikasi strategi mengatasi bau ketiak yang cocok untuk Anda. 
      Demikian informasi yang dapat saya sampaikan tentang bakteri pada ketiak, semoga artikel ini menambah pengetahuan kita dan dapat bermanfaat bagi kehidupan kita sehari-hari. Terimakasih.. 

Daftar Pustaka
 Bartlett, J.G. (2007). Staphylococcus epidermidis [Online]. Tersedia: http://prod.hopkins-abxguide.org/pathogens/bacteria/aerobic_grampositive_cocci/staphylococcus_epidermidis. 
Endarti, Yulinah, E and Soediro, I. (2002). Kajian Aktivitas Asam Usnat terhadap Bakteri Penyebab Bau Badan [Online]. Tersedia: http://bahan- alam.fa.itb.ac.id 
Anonim.DeodorandanPerspiran.http://ocw.usu.ac.id.pdf.2008. Diakses pada Sabtu, 25 April 2015 pukul 17.57 WIB. 
YantiHamdiyati.JurnalPenelitian.http://file.upi.edu.pdf.2011. Diakses pada Sabtu, 25 April 2015 pukul 17.50 WIB.

34 comments:

  1. berdasarkan artikel diatas, dilakukan penelitian adanya aktivitas antibakteri dari ekstrak daun patikan kebo (Euphorbia hirta) dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. epidermidis. Apa kandungan yang terdapat pada ekstrak daun patikan kebo, dan bagaimana pengaruhnya terhadap pertumbuhan bakteri tersebut?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Nunu sudah bertanya..
      Kemampuan tanaman patikan kebo dalam mengobati berbagai macam penyakit ini melibatkan senyawa-senyawa kimia di dalamnya yang dapat bersifat antiseptik, anti-inflamasi,
      antifungal, dan antibakterial, seperti kandungan tanin, flavonoid (terutama quercitrin dan myricitrin), dan triterpenoid (terutama taraxerone dan 11α, 12 α –oxidotaraxterol). Selain itu, terdapat pula kandungan senyawa aktif lainnya, seperti alkaloida dan polifenol.
      Hasil penelitian Ogbulie et al. (2007: 1544) menunjukkan bahwa ekstrak daun patikan kebo dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi dan Bacillus
      subtilis pada konsentrasi 50, 100, 150, 200, dan 250 mg/ml.

      Bagaimana Nunu, apakah sudah jelas? ^^

      Delete
  2. Berdasarkan artikel di atas, terdapat bakteri yang terdapat pada ketiak. Apakah bulu pada ketiak mempengaruhi pertumbuhan pada bakteri tersebut?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Nining sudah bertanya..
      Ya rambut ketiak mempengaruhi pertumbuhan pada bakteri, bahkan rambut ketiak menjadi tempat favoritnya bakteri. Mengapa? Karena nutrisi dan faktor-faktor pendukung kehidupan yang dibutuhkan dari bakteri banyak terdapat pada rambut ketiak, khususnya pada ketiak yang jarang dibersihkan dan kebersihannya tidak terjaga. Bayangkan saja, rambut ketiak terdapat pada bagian tubuh yang selalu lembab dan merupakan tempat yang baik untuk bakteri tumbuh. Selain itu terdapat kelenjar apocrine berada di sekitar perakaran rambut, seperti ketiak, folikel rambut, dan bagian vital manusia. Kelenjar inilah yang memproduksi keringat yang bisa berkolaborasi dengan bakteri penyebab bau badan apabila rambut ketiak tidak dijaga kebersihannya. Kemudian selain bakteri yang mengurai keringat, memang ada beberapa spesies bakteri yang senang menempel pada rambut ketiak ini dan menyebabkan bau badan.

      Bagaimana Nining, apakah sudah jelas?

      Delete
  3. Berdasarkan pemaparan mengenai penyebab bau ketiak berlebihan karena : "Makanan yang mengandung bawang putih atau bawang merah bisa menyebabkan bau mulut. Zat yang terkandung didalam bawang juga akan mengalir dalam darah kemudian dikeluarkan lagi dalam bentuk keringat dan air kencing" Apa zat yang di maksud tersebut sehingga bau ketiak ?
    Terimakasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf menanggapi pertanyaan saudari ratih aulia, bawang putih menyebabkan bau badan karena bawang putih mengandung allicin, senyawa yg dilepaskan oleh bawang putih yang dipotong ataupun dihancurkan. bawang putih adalah rempah rempah yang memiliki aroma tajam, sehingga dapat menghasilkan gas sulfur yang akan diserap darah dan akan dibuang melalui pori-pori kulit. dan hal inilah yang akan memicu bau yang tidak sedap pada tubuh anda.
      referensi http://penyebabbaubadan.com/

      Delete
    2. Terimakasih Ratih sudah bertanya..
      Dan terimakasih banyak Nurha sudah membantu menjawab pertanyaan dari Ratih..

      Bagaimana Ratih, apakah jawaban dari Nurha sudah jelas? ^^

      Delete
  4. mengenai menghilangkan bau ketiak, apakah benar tawas itu bisa menghilangkan bau ketiak? jika benar, kandungan apa yang terkandung dalam tawas sehingga bisa menghilangkan bau ketiak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya ingin menambahkan dari pertanyaan saudari chusna novela,
      Mitos di masyarakat jika kita bisa memutihkan ketiak dengan menggunakan tawas. Tentunya hal ini juga pernah Anda dengar dan Anda ketahui. Caranya juga sangat sederhana, yaitu dengan mengoleskan cairan tawas pada ketiak. Dengan pemakaian yang teratur, ketiak Anda yang hitam akan berangsur memutih. Apakah mitos tersebut benar?
      Sebenarnya mitos tersebut salah. Pada dasarnya tawas memang digunakan sebagai bahan penghilang bau badan yang berasal dari badan terutama yang berasal dari ketiak. Cara kerjanya adalah mengurangi keringat yang keluar dari ketiak kita. Tetapi tawas tersebut tidak mempunyai fungsi untuk memutihkan kulit pada ketiak. Karena tidak terdapat kandungan yang bersifat memutihkan kulit.
      Apakah Tawas Itu Sebenarnya?
      Tawas itu sendiri merupakan kelompok garam rangkap berhidrat yang bersifat isomorf. Tawas berbentuk Kristal dan mempunyai rasa yang asam yang mempunyai sifat menguatkan warna dan bisa dimanfaatkan sebagai penjernih air. Didalam tawas tidak terkandung racun yang dapat merugikan kesehatan, sehingga banyak orang yang memanfaatkan tawas ini baik dalam hal industri ataupun juga dalam kehidupan keluarga.
      Banyak sekali manfaat dari tawas tersebut, antaranya adalah untuk menjernihkan air sumur, penghilang bau badan, obat sariawan, penghilang lumut dan juga dimanfaatkan sebagai obat penyakit kulit. Bukan itu saja, masih banyak pemanfaatan dari tawas tersebut. Kesimpulannya adalah jika sampai sekarang Anda masih berfikir bahwa tawas bisa memutihkan ketiak Anda, maka bisa dikatakan bahwa Anda keliru. Anda bisa mempelajari lebih dalam mengenai kandungan yang ada di tawas dan mencari informasi manfaat dan kegunaan tiap kandungan tersebut.
      dikuti dari :http://www.femina.co.id/cantik/beauty.tips/benarkah.tawas.dapat.memutihkan.ketiak/002/005/55

      Delete
    2. Terimakasih Chus sudah bertanya..
      Dan terimakasih banyak Martha sudah membantu menjawab pertanyaan dari Chus..

      Bagaimana Chus, apakah jawaban dari Marta sudah jelas? ^^

      Delete
  5. Dari yang saya ketahui, pemakaian deodoran secara berkepanjangan dapat menimbulkan berbagai permasalahan, mulai dari alergi, kanker, dan penyakit lainnya..
    untuk lebih jelasnya, silahkan merujuk ke

    http://jateng.tribunnews.com/2014/12/27/ini-efek-samping-pemakaian-deodoran-pada-ketiak

    http://life.viva.co.id/news/read/573676-wanita--ini-dampak-negatif-penggunaan-deodoran

    http://www.kucoba.com/2012/01/efek-samping-deodoran-ternyata-bisa.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Ab telah menambahkan informasi mengenai deodoran, sangat bermanfaat.. :)

      Delete
  6. terkait artikel diatas, sering dijumpai bahwa, pada pakaian sering terdapat noda berwarna kuning pada bagian ketiak. Apakah noda kuning tersebut membuktikan bahwa dalam ketiak kita terdapat banyak sekali bakteri? Lalu, mengapa warna yang ditimbulkan adalah warna kuning pada pakaian kita?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Upi sudah bertanya..
      Keringat yang berwarna (istilah medisnya chromhidrosis) dapat disebabkan oleh oksidasi pigmen lipofuchsin di dalam kelenjar keringat. Warna yang dihasilkan bisa kuning, hijau, kebiruan, sampai kehitaman. Penyebab lainnya adalah infeksi jamur, infeksi bakteri, oksidasi oleh bahan kimia pada pakaian, atau karena makanan yang dikonsumsi mengandung pigmen warna (misalnya banyak mengonsumsi wortel, tomat, dan sayuran berwarna lainnya).
      Untuk noda kuning pemicunya adalah interaksi kompleks yang berulang kali terjadi antara minyak dalam keringat pada deodorant. sebum bertemu dengan deodorant, lalu menempel di pakaian, tepatnya di area ketiak. pada saat itulah noda kuning mulai terbentuk,

      Bagaimana Upi, apakah sudah jelas? ^^

      Delete
  7. kita selaku manusia peralihan masa remaja ke dewasa, bahas tentang bau ketiak, sangan sensitif sekali,, hihi
    saya menggaris bawahi bagian ini "penggunaan laser pada ketiak untuk menghancurkan kelenjar apokrin, serta penggunaan toksin botulinum A (Botox) yang bekerja dengan menonaktifkan saraf-saraf yang memicu aktivitas kelenjar keringat. Beberapa pasien bahkan menggunakan metode sedot lemak, untuk menghilangkan kelenjar keringat dari lapisan dalam kulit", itu memang cukup instan, dan menyelesaikan masalah bau ketiak sampai ke akarnya, tapi apakah itu cara yang cukup aman? terimakasih Ibu yola.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Endah sudah bertanya..
      Menurut saya cara-cara tesebut cukup aman, tentunya sebelumnya harus melakukan konsultasi dengan dokter kulit yang akan membantu mengidentifikasi strategi mengatasi bau ketiak yang cocok untuk penderita.

      Bagaimana Endah, apakah sudah jelas? ^^

      Delete
  8. Mengenai Artikel diatas, sangat menarik sekali mengenai masalah Bakteri pada ketiak, banyak cara-cara yang telah dijelaskan untuk menghilangkan bau ketiak salah satunya memakai deodorant, tawas,dan obat herbal lainnya. Saya pernah dengar, bahwa Untuk memutihkan kulit ketiak, bisa dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung pemutih. Cukup seujung jari dan oleskan di bagian yang berwarna gelap. Bersihkan dengan air hangat. Dengan hal tersebut? Apakah itu benar? Jika benar, Apa yang terkandung pada pasta gigi tersebut?Jelaskan. Terimahkasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Termakasih Martha sudah bertanya..
      Ya, pasta gigi dapat memutihkan ketiak. Zat yang terkandung dalam pasta gigi antara lain:
      1. Zat Abrasive
      2. Fluoride
      3. Surfaktan
      4. Zat Antibakteri
      5. Zat Aromatik
      6. Dll
      Untuk lebih jelasnya silakan buka link ini..

      http://info-kecantikan.com/tips-perawatan/tips-perawatan-kaki-tangan-kuku/cara-memutihkan-ketiak-hitam-secara-alami-dengan-pasta-gigi/

      ^^

      Delete
  9. senang sekali membaca artikelnya ,, :)
    tapi saya ingin menanyakan ,,
    berkenaan bakteri yang merupakan sumber bau,
    apakah yang menyebabkan bau badan seseorang itu berbeda-beda, apakah itu disebabkan oleh bakteri yang terkandung berbeda-beda juga ? jika ia, Apa yang menyebabkan perbedaan jenis-jenis bakteri yang terdapat dalam ketiak ? terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya akan membantu menjawab pertanyaan dari mba santi, bau badan pada seseorang berbeda-beda bukanlah disebabkan oleh bakteri yang berbeda-beda, bakterinya pada umumnya sama tetapi lebih dipengaruhi oleh kelenjar keringat, karena kelenjar keringat pada tiap orang berbeda maka produksi keringat yang dihasilkan pun akan berbeda. karena perbedaan inilah maka bau badan yang dikeluarkan pun akan berbeda bahkan ada juga orang yang hampir tidak memiliki bau badan saat tubuhnya berkeringat namun sebaliknya kadang juga dapat dijumpai orang-orang yang memiliki bau badan sangat menyengat.
      selain itu banyak rambut pada ketiak juga mempengaruhi, karena orang dengan bulu ketiak yang lebat cenderung berbau badan menyengat

      Delete
    2. Terimakasih Santi sudah bertanya..
      Dan terimakasih banyak Maul telah membantu menjawab pertanyaan dari Santi..

      Bagaimana Santi, apakah jawaban dari Maul sudah jelas? ^^

      Delete
  10. Dalam artikel tersebut dikatakan bahwa deodoran melawan bakteri yang memakan zat dalam keringat Anda. Sebagian besar deodoran menambah aroma untuk membuat Anda berbau segar atau jantan.
    Bisa dijelaskan bagaimana mekanisme deodoran dalam melawan bakteri,serta zat apakah yang dikandung dalam deodoran sehingga dapat melawan bakteri? dan apakah semua orang cocok untuk memakai deodoran? Karena teman saya mengatakan saat dia memakai deodoran malah membuat keringatnya menjadi bau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Tyah sudah bertanya..
      Deodoran ada banyak jenisnya. Ada yang disemprot, ada pula yang roll on. "Tergantung pembawaannya ke kulit dan kandungan yang ada di dalamnya". Deodoran mempunyai kandungan yang berbeda. Deodoran antiperspiran mengandung senyawa aktif seperti alumunium chloride dan alumunium hydroxibromyde yang berfungsi mengurangi produksi kelenjar keringat dengan mempersempit pori-pori kulit.
      Terkadang, ada pula yang menambahkan parfum pada kandungan deodoran. "Sebaiknya hati-hati. Jika kandungan parfumnya tidak cocok dengan kelenjar produksi pembusukan, malah akan bertambah bau". Sementara deodoran antiseptik mampu membunuh bakteri penyebab bau badan. Keduanya bisa digunakan, tergantung kecocokan kulit dan tidak membuat kulit jadi tergantung.
      Menurut saya, tidak semua orang cocok menggunakan deodoran, karena tergantung jenis kulit.\

      Bagaimana Tyah, apakah sudah jelas? ^^

      Delete
  11. Pada artikel diatas dijelaskan bahwa Antiperspiran bertugas menghentikan produksi keringat, karena memiliki bahan-bahan seperti garam aluminium yang menutup kelenjar keringat. Apakah ketika kelenjar keringan tersebut tertutup berarti tidak ada keringan yang keluar ? Jika tidak ada, apakah hal tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Nila sudah bertanya..
      Memang benar bahwa zat yang terkandung pada antiperspiran dapat menutup kelenjar keringat yang ada pada ketiak, tetapi itu hanya menghambat saluran keringat itu dan memperkecil pori-pori kulit, sehingga keringat masih dapat keluar (jumlahnya berkurang).

      Bagaimana Nila, apakah sudah jelas?

      Delete
  12. dari artikel diatas dijelaskan bahwa penggunaan deodoran dapat mengurangi bau badan, lantas bagimana dengan deodoran yang justru menyebabkan warna gelap dan juga menyebabkan warna kuning pada baju?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Niha sudah bertanya..
      Dari pengalaman saya menggunakan deodoran, ada deodoran yang memang dapat membuat ketiak putih, tetapi ada juga deodoran yang membuat ketiak menjadi gelap. Mungkin itu tergantung kandungan yang terkandung pada masing-masing merk deodoran.
      Dan untuk pertanyaan doedoran menyebabkan warna kuning pada baju, sama seperti pertanyaan dari Upi. Jadi silakan dilihat jawaban saya sebelumnya.

      Bagaimana Niha, apakah sudah jelas? ^^

      Delete
  13. maaf ingin menanggapi pertanyaan saudari nihayah ada tips mengatasi baju menjadi kuning karena deodorant
    Merendam baju yang terkena Deodoran dengan air cuka

    Cara pertama yang anda bisa lakukan untuk menghilangkan noda kuning ini yaitu dengan mengambil air lalu mencampurnya dengan cuka. Tapi harus dengan takaran yang benar yah, untuk takaran yang direkomendasikan yaitu 1/4 cangkir cuka untuk empat cangkir air dingin. Setelah itu masukkan baju anda yang kuning ketiaknya pada rendaman campuran air cuka tersebut, dan kemudian biarkan selama kurang lebih 20 menitan. Jika sudah anda rendam selama kurang lebih 20 menitan maka selanjunya anda bisa mencucicnya dengan cara biasa serta menggunakan deterjen biasa.

    Menghilangkan noda kuning dengan Baking Soda.

    Tau baking soda kan ? Biasa bahan kue, dan ternyata bahan kue ini juga bisa kita gunakan untuk menghilangkan nod deodoran pada baju putih kita. Caranya cukup mudah asal tahu takaranya yaitu
    Anda bisa mencampurkan 1/4 baking soda dan campur dengan air hangat secukupnya hingga baking soda menjadi larut. Kemudian setelah larut baking sodanya, segera anda rendam baju anda disitu dan andapun disarankan untuk kemudian menyikat nyikat nodanya menggunakan sikat gigi. Lalu setelah anda menyikat nodanya sampai bersih anda bisa mebilasnya dengan menggunakan air bersih. Mudah kan.

    Hilangkan Noda Deodoran dengan cara Mengeringkan di bawah terik matahari

    Sinar matahari bisa membuat noda kekuningan berkurang dan warna putih menjadi lebih cerah. Setelah pakaian dicuci, sebaiknya Anda langsung menjemurnya di bawah terik matahari langsung. Jangan hanya diangin-anginkan saja. http://www.asalberbagi.com/2014/04/cara-hilangkan-noda-deodoran-ketiak-baju-putih.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih banyak Nurha sudah membantu saya menjawab pertanyaan dua kali.. ^^

      Delete
  14. Artikel yang sanat bermanfaat. Disini saya akan membantu menjawab pertanyaaan dari kaka Nihayah. Saat mengenakan pakaian berwarna hitam, tidak jarang kita merasa kurang percaya diri karena ada noda deodoran yang membekas pada bagian ketiak. Sebenarnya, cara menghilangkan noda deodoran di ketiak pakaian yang berwarna hitam ini cukup mudah. Ibu hanya memerlukan deterjen yang tepat untuk membersihkan noda deodoran tersebut, serta membuatnya kembali harum dan segar.

    1. Oleskan Rinso Molto Aroma Essence pada bagian ketiak pakaian berwarna hitam secukupnya.
    2. Rendam pakaian ke dalam ember yang berisi campuran air bersih dan Rinso Molto Aroma Essence selama kurang lebih 30 menit.
    3. Angkat pakaian dari ember, lalu lapisi bagian belakang ketiak dengan handuk kertas atau kain lembut.
    4. Kemudian gosok bagian ketiak dengan menggunakan sikat lembut. Setelah itu, balik bagian ketiak dan lapisi dengan handuk kertas. Lalu, gosok kembali bagian ketiak pakaian tersebut.
    5. Setelah noda deodoran pada ketiak bersih, cuci seluruh bagian pakaian dengan Rinso Molto Aroma Essence.
    6. Bilas pakaian dengan air hingga bersih.

    Untuk membersihkan noda deodoran pada ketiak, sebaiknya Ibu mencuci pakaian tersebut dengan menggunakan tangan. Pastikan Ibu menggunakan Rinso Molto Aroma Essence saat mencuci baju berwarna hitam yang memiliki noda deodoran tersebut. Sebab, Rinso Molto Aroma Essence dapat membersihkan noda pada pakaian 2 kali lebih baik dari deterjen lain, tanpa melunturkan warna pakaian hitam tersebut. (https://www.rinso.co.id/tips-mencuci/cara-menghilangkan-noda-deodoran-di-bagian-ketiak-baju-berwarna-hitam/)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Syahrul sudah membantu menjawab pertanyaan dari Niha..

      Delete
  15. mengenai meghilangkan bau ketiak, apakah benar dengar mengunakan daun sirih merah mampu menghilangkan bau ketiak? dan kandungan apa yang terdapat pada daun sirih tersebut?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sudah bertanya Edo..
      Ya, daun sirih merah dapat membantu menghilangkan bau pada ketiak.. Kandungan yang terkandung antara lain flavonoid, alkaloid, senyawa polevonolad,tanin, minyak atsiri.

      Bagaimana Edo, apa sudah jelas? ^^

      Delete
  16. Blog yang menarik dan informatif sekali

    Klinik Apollo Adalah Rumah Sakit di Jakarta, Dibidang Andrologi dan Ginekologi, terbaik dan Nomor 1 di jakarta memberikan layanan medis prima, dilengkapi alat medis yang modern menyembukan berbagai penyakit kelamin seperti Gonore, Kencing nanah, Sipilis sifilis,Kutil kelamin , Kondiloma akuminata, Kutu kelamin, Keputihan, Ejakulasi Dini,Wasir dan Ambeien


    Cara Menghilankan Bau Badan dan Ketiak

    Cara Menghilangkan Bau Ketiak

    ReplyDelete